Memang sering kita jumpai ada beberapa orang yang tidak bangga dengan kampung halamannya. Entah kenapa, mungkin karena gengsi atau apalah. Kadang merasa geli saat melihat mereka dengan tampang ndeso tapi gaya berpakain gaul ala kota. Sebetulnya sah-sah saja walau terlihat wagu dan kaku. Kenapa banyak orang lebih suka dengan gaya perkotaan? Sebut saja Jakarta yang panas, berisik, macet, dan penuh sampah. Kenapa tidak gaya kampung saja yang adem, ayem ijo royo-royo, tenang, pokok’e sumringah, enak dirasakake ati. Tapi banyak juga kok orang hebat kita yang sama sekali tidak meninggalkan gaya ndesonya dimanapun dia berada, ini terbukti dari logat atau dialeknya, misalnya orang jawa kalau berbahasa Indonesia maka terdengar medok. Ya we lah! Yang mo gaya silakan saja, bebas asal tidak membatasi kebebasan orang lain.





Wong deso, wong kampoeng, wong kuto, wong city buat saya semua sama. Sama2 hidup cr kebahagian,kemakmuran, dan cinta
mau tukaran link gak?
Maklum newbey nih, biar blognya agak rame dikit