Membaca dari komentar salah satu komentar yang bijak membuat saya terinspirasi untuk mengungkapkan isi pikiran. Wong ndeso opo wong kuto, kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah orang desa apa orang kota. Siapa orang desa dan siapa orang kota. Apakah seseorang disebut orang kota jika ia lahir dikota? Apakah seseorang disebut orang desa jika dia lahir di desa? Lalu bagai mana dengan mereka yang lahir di desa dan mengais rejeki di kota atau bagi orang desa yang melanjutkan studinya di kota dan sebaliknya. Apakah orang orang kota itu adalah orang yang bersih putih secara fisik dan orang desa adalah manusia lusuh kotor dan berbau lumpur.Tapi bagaimana dengan orang desa yang mengais rejeki dan menjadi berih sehat secara fisik di kota. Wong Ndeso opo Wong Kuto, bukanlah masalah bagi bangsa besar ini. Betul kata Mas Nurhadihusna orang desa atau orang kota sama saja, apa lagi ditahun 2008 ini dibeberapa wilayah perbedaan kota dan desa dilihat secara fisik dan kondisi geografik banyak kesamaannya. Darimana pun kita berasal entah kota, desa, plosok sekalipun tetaplah mencari rezeki yang halal. Tidak usah mengkotak-kotakan kelompok masyarakat karena bendera kita sama Merah Putih. Terima kasih kepada Mas Nurhadihusna.





Tapi, banyak juga lho yg aslinya (asli tulen) wong ndeso berlagak wong kuto. Wong ndeso yg terkenal dg hidup sederhana apa adanya, tapi berlagak wong kuto yg sok tau ini itu dan pola hidupnya minta harus yg serba wah.