sulhadi

Pernik-Pernik

In http://sulhadi.wordpress.com/google279424a2fa9b17f1.htm on September 28, 2009 at 8:49 am

Pernik-pernik hasil kerajinan tangan menjadi pilihan sebagai suvenir yang khas. salah satu toko online yang menyediakan prnik-pernik buah tangan adalah http://pernik-pernik.co.cc . Kerajinan tangan yang dibuat berbahan dasar besi putih yang nantinya akan dibentuk menjadi aneka perhiasan seperti gelang, liontin, cincin, dan mainan untuk kalung. Dengan bermodalkan 30 ribu Anda sudah dapat memiliki perhiasan cantik ini. dan yang lebih asyik ongkos kirim ditanggung oleh http://pernik-pernik.co.cc .

Anda juga dapat mengirimkan desain khusus hasil karya Anda sendiri yang nantinya akan di jadikan hiasan seperti yang Anda inginkan, dapat berupa nama, atau liontin. Untuk kaum muslim bulan Septmeber kemarin adalah saat yang tepat, dan hiasan ketupat menjadi Idola untuk digunakan sebagai ungkapan Idul Fitri dan bukan tidak mungkin pada bulan Desember nanti Anda dapat mengabadikan natal dengan hiasan cantik ala pernik-pernik. Untuk mendapatkan hiasan cantik dan lucu silakan kunjungi  http://pernik-pernik.co.cc

Bapakku, Abangku, Adikku & Aku

In http://sulhadi.wordpress.com/google279424a2fa9b17f1.htm on Juni 25, 2008 at 5:15 am

Bapakku

Bapakku adalah orang yang terhormat, tentunya beliau menyandang gelar Bapak karena semua perjuangan dan niatnya yang luhur demi keluarga, istri dan anak-anknya. Predikat Orang Tua pun disandangnya. Orang-orang yang terhormat senantiasa dipanggil dengan sebutan Bapak. Bagaimana dengan para orang tua diluar sana. Saya sedih melihat para orang tua dengan niat luhurnya menjadi anarkis dan tak terkendali, cenderung bersifat kasar.

Wong Ndeso Opo Wong Kuto 2

In Uncategorized on Juni 20, 2008 at 4:13 am

Memang sering kita jumpai ada beberapa orang yang tidak bangga dengan kampung halamannya. Entah kenapa, mungkin karena gengsi atau apalah. Kadang merasa geli saat melihat mereka dengan tampang ndeso tapi gaya berpakain gaul ala kota. Sebetulnya sah-sah saja walau terlihat wagu dan kaku. Kenapa banyak orang lebih suka dengan gaya perkotaan? Sebut saja Jakarta yang panas, berisik, macet, dan penuh sampah. Kenapa tidak gaya kampung saja yang adem, ayem ijo royo-royo, tenang, pokok’e sumringah, enak dirasakake ati. Tapi banyak juga kok orang hebat kita yang sama sekali tidak meninggalkan gaya ndesonya dimanapun dia berada, ini terbukti dari logat atau dialeknya, misalnya orang jawa kalau berbahasa Indonesia maka terdengar medok. Ya we lah! Yang mo gaya silakan saja, bebas asal tidak membatasi kebebasan orang lain.